ONE UNITED WORLD UNDER GOD

Ad Section

AVAILABLE

Memerkarakan Buddha Bar  

01 April 2009

Seperti yang kita tahu, sudah sebulan lebih ini masalah Buddha Bar jadi berita hangat. Resto-bar asal perancis tersebut menempati sebuah gedung cagar budaya di Menteng yang dulunya bekas gedung imigrasi. Banyak sekali pihak yang sudah mengeluarkan sikapnya untuk menolak keberadaan restoran ini. mulai dari Walubi, STAB-STAB, Majelis-majelis agama Buddha di Indonesia, Kementrian Agama, Dirjen Agama Buddha, Gerakan-gerakan Mahasiswa, DPR dan DPRD DKI, dan masih banyak lagi. Herannya Pemda DKI dan Dinas Pariwisata bergeming dalam hal ini. mungkin mereka pikir karena mereka didukung oleh orang-orang Buddhis yang sebenarnya adalah PETUALANG-PETUALANG dan OPORTUNIS Buddhis di Jakarta yang memang nafkahnya disitu. Masalahnya adalah penggunaan nama Buddha dan simbol-simbol agama Buddha sebagai interior untuk kepentingan bisnis apalagi bila itu tempat yang menjual minuman beralkohol. Berikut ini ada tulisan menarik mengenai permasalahan ini. Penulis adalah Komaruddin Hidayat, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Coba disimak.

MEMERKARAKAN BUDDHA BAR
oleh: Komaruddin Hidayat, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
dimuat di: http://news. okezone.com/ read/2009/ 03/30/58/ 205812/memerkara kan-nama- buddha-bar


Semua pemeluk agama dalam melakukan komunikasi dan ritual kepada Tuhan mesti menggunakan simbol-simbol yang disucikan karena menjadi sarana untuk mendekati Yang Maha Suci.

Simbol-simbol agama itu dimuliakan karena sebagai perantara untuk mendekati Yang Maha Mulia. Makanya semua agama memiliki konsep orang suci, kitab suci, tempat suci, dan simbol-simbol yang suci. Kesucian ini merupakan konsep, ajaran, doktrin, dan keyakinan yang dipeluk dan dibela oleh mereka yang beriman serta taat beragama.

Paham sekularisme memang tidak mengenal konsep kesucian. Semuanya profan, tidak sakral, sehingga tokoh dan simbol yang disucikan oleh umat beragama dianggap semu dan tidak memiliki signifikansi dalam kehidupan kecuali sebatas sugesti. Secara filosofis, umat beragama pun yakin bahwa Yang Maha Absolut dan Suci hanya Tuhan.

Namun kesucian Tuhan bisa melimpah atau beremanasi pada dunia manusia dan semesta sehingga siapa yang hendak mendekat kepada Tuhan Yang Maha Suci dianjurkan agar terlebih dahulu menyucikan dirinya dari berbagai pikiran dan tindakan kotor yang akan menghalangi kedekatan dengan Tuhan.

Lebih dari itu, semua agama juga memiliki tempat-tempat suci yang dijadikan sarana untuk melantunkan pujian kepada Tuhan karena yakin bahwa pujian dan doa kepada Tuhan akan lebih didengar jika disampaikan di tempat yang suci, oleh hati dan pikiran yang suci.

Sedemikian kuatnya umat beragama menjaga konsep tempat suci ini sehingga perebutan untuk menguasai "tanah suci" di Yerusalem antara umat Yahudi, Kristiani, dan Islam telah menjadi sumber krisis dunia dari waktu ke waktu. Begitu pun konflik berdarah-darah yang terjadi di India karena sengketa masjid dan kuil Hindu.

Di dalam komunitas muslim terdapat tradisi yang sangat kuat untuk menjaga citra Nabi Muhammad sampai-sampai siapa yang mencoba membuat patung atau gambar pasti akan menuai protes dari berbagai penjuru dunia. Bahkan dalam film kolosal The Message sosok nabi Muhammad tidak ditampilkan karena menghormati keyakinan dan tradisi umat Islam untuk tidak menghadirkan gambar visual Nabi Muhammad.

Raymond Visan, si pengagum Buddha, pendiri dan pemilik trade mark Buddha Bar, tentu tidak pernah membayangkan bahwa bar yang didirikannya pertama kali di negerinya, Prancis, akan menuai kontroversinya yang sangat menyinggung umat Buddha di Indonesia.

Di beberapa negara seperti Prancis atau kota-kota semisal London, New York, Dubai, Sao Paulo, Kairo, dan Beirut, bar ini relatif aman dari kecaman dan kritik penganut Buddha. Namun, di Singapura, Malaysia, dan Thailand franchise ini ditolak tegas.

Di Indonesia, di mana masyarakatnya memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap agama, Buddha Bar telah mengundang kontroversi karena menyinggung simbol toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang kerap didengung-dengungkan oleh pemerintah dan masyarakat. Protes demi protes pun dilayangkan kepada sang pemilik bar melalui cara yang simpatik dengan mengirimkan surat untuk bertemu.

Di ranah internasional ada Konvensi Paris 1883 yang memuat ketidaksetujuan tentang penggunaan simbol-simbol agama sebagai merek dagang. Di ruang nasional pun ada undangundang (UU) yang menguatkan konvensi tersebut. Ada UU No 15/2001 tentang Merek yang di dalamnya dikatakan bahwa sebuah merek tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, moralitas agama, kesusilaan, atau ketertiban umum.

Lebih lanjut, Peraturan Pemerintah No 42/2007 tentang Waralaba juga menyatakan bahwa waralaba harus di selenggarakan berdasarkan perjanjian tertulis antara pemberi waralaba dengan penerima waralaba dengan memperhatikan hukum Indonesia. Hukum yang dimaksud itu diatur dalam UU No 15/2001 tentang Merek.

Dukungan tentang pelanggaran merek ini juga datang dari Menteri Agama RI Muhammad Maftuh Basyuni. Dia menegaskan, tempat hiburan yang menggunakan simbol agama seperti Buddha Bar sebaiknya segera ditutup karena telah melukai perasaan umat beragama.

Dia melanjutkan, "Jika tak ditutup, saya khawatir nanti ada Islam Bar, Kristen Bar. dan bar-baran lain (semacamnya) ," begitu kata Menteri Agama di depan tokoh masyarakat dan agama di Jambi belum lama ini. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha pun mendukung pernyataan Menteri Agama tersebut.

Sangha (perkumpulan para bhiksu), majelis agama Buddha sampai dengan Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Buddha pun turut menolak kehadiran Buddha Bar karena nama Buddha terlalu suci untuk disandingkan dengan kata "bar" yang menurut kamus berarti tempat minum-minum, khususnya minuman keras.

Kita sangat memahami bahwa pemeluk agama Buddha di Indonesia merasa dilecehkan dan tersinggung dengan pembukaan Buddha Bar ini. Nama nabinya yang suci dan mulia disandingkan dengan bar yang umumnya mereduksi praktik moralitas. Menurut kosakata bahasa Pali (India kuno), Buddha berarti orang yang telah mencapai pencerahan sempurna, bebas dari kekotoran batin, dan pemberi ajaran menuju ke pembebasan terakhir (nirvana).

Buddha bukan sekadar nama agama, tapi dia pun menjadi gelar nabi suci yang harus diagungkan. Karena itu, sungguh terasa janggal meletakkan Buddha di sebuah bar yang menawarkan segala kesenangan hedonistis, bukan spiritualistis. Apalagi ornamen-ornamen Buddha juga tersebar di hampir semua atribut bar.

Mulai dari piring, gelas, baju pelayan restoran, nama-nama menu hewani (yang notabene berasal dari hewan). Padahal, umat Buddha mengajarkan untuk menghindari pembunuhan, termasuk hewan.

Seorang teman mengadu kepada penulis bahwa di sini agama sudah dikomersialkan secara murahan. Pencerahan dan ketenangan batin yang menjadi menu utama dalam ajaran Buddha telah dimanipulasi dengan menu makanan untuk memanjakan selera lidah yang bersifat sesaat. Inilah penyebab yang sangat menusuk hati penganut agama ini.

Karenanya, tuntutan umat ini sederhana, jelas, dan konkret. Ganti nama bar dimaksud dan keluarkan seluruh ornamen dan atribut suci yang ada di dalamnya. Membuka restoran dengan cara yang simpatik tentu jauh akan lebih baik ketimbang mesti menyakiti saudara kita umat Buddha.

Kalau saja pemiliknya seorang yang menjunjung tinggi agama atau bahkan taat beragama, apa pun agamanya, pasti tidak rela kalau nama nabinya dan ornamen-ornamen yang disucikan dijadikan nama dan pajangan restoran atau bar.

Jadi pelarangan penamaan Buddha Bar sesungguhnya berlaku untuk penamaan bar-bar lain yang akan menyinggung perasaan umat beragama.Tidak hanya menyinggung, hal itu juga merendahkan martabat agama itu sendiri.

Read More......
AddThis Social Bookmark Button

Link to this post Email this post


Vote for Komodo Island  

29 Maret 2009

Kamu-kamu pasti tau tentang Pulau Komodo. Malah mungkin sebagian pernah berwisata kesana. Pulau ini adalah satu-satunya habitat asli Sang Naga, hewan purba yang langka yang sangat dilindungi. Tentu saja pulau ini menjadi salah satu kekayaan nasional yang membanggakan buat Indonesia.

Nah, saat ini, sebuah lembaga yaitu New 7 Wonders, sedang mengadakan pemilihan untuk menentukan New 7 Wonders for Nature, Tujuh Keajaiban Dunia yang baru khusus untuk alam. Bedanya dengan Tujuh Keajaiban Dunia yang selama ini kita kenal adalah New 7 Wonders for Nature dikhususkan untuk alam yang bukan buatan manusia, jadi kandidatnya adalah keajaiban-keajaiban alam asli yang memiliki keunikan tersendiri. Kalo Tujuh Keajaiban Dunia yang selama ini kita kenal ditujukan untuk benda-benda atau materi yang dibuat oleh manusia, seperti Borobudur misalnya.

Pemilihan ini kelihatannya dilakukan setiap tahun. Dan untuk wilayah Asia, Indonesia mencalonkan Pulau Komodo sebagai kandidat. So, untuk mencapai cita-cita itu, sepertinya sudah sepantasnya kita sebagai putra-putri negeri ini mendukungnya. Caranya? Mudah! Tinggal berpartisipasi dalam pemilihan ini dengan memberikan suara kita. Klik aja banner yang ada di sidebar sebelah kiri blog ini. Gampang kok, dan hanya memakan waktu beberapa menit aja!

Ayo, tunggu apa lagi? Ini cuma sumbangsih kecil kita pada negeri tercinta ini.

I vote. Do You?

Read More......
AddThis Social Bookmark Button

Link to this post Email this post


13 Februari 2009


Happy Valentine Day

Read More......
AddThis Social Bookmark Button

Link to this post Email this post


Momentum Naga-naga Pribumi Bangkit, Pulihkan Tulang Punggung Sosial Politiknya  

21 Januari 2009

Oleh: Daniel Johan

Kita semua tahu apa itu Batik, Wayang Kulit, dan Wayang Golek. Bahkan saat Malaysia mengklaim Batik sebagai warisan budaya mereka, segera saja sebagian besar dari kita meradang karena rasa nasionalisme yang terusik. Apa sebab? Karena kita tahu bahwa batik adalah budaya otentik bangsa Indonesia yang sudah demikian mengakar dalam kehidupan kita. Batik, Wayang Kulit, dan Wayang Golek inilah salah satu kreativitas dan jiwa seni yang lahir dari anak-anak bangsa Indonesia pribumi dari Suku Tionghoa.

Suku Tionghoa di Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan banyak memberikan pengaruh pada berbagai warisan di berbagai bidang kehidupan, dari pertanian, bahasa, kesehatan, politik, hingga seni dan budaya. Namun sayang kekelaman praktik diskriminasi dan penindasan juga mewarnai kehidupan Suku Tionghoa di Indonesia. Semuanya bermula dari politik pecah belah devide at impera Belanda yang menggolongkan bangsa Indonesia atas 3 golongan yaitu Eropa, Timur Asing, dan “Pribumi”. Namun anehnya, kebijakan tersebut diadopsi dengan sempurna oleh Orde Baru. Tengok saja UU No. 62 tahun 1958 tentang Kewarganegaraan yang intinya mengkhianati proklamasi 17 Agustus 1945 karena UU tersebut justru menggunakan hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) 27 Desember 1949 sebagai dasar hukum.

Ironis, sebuah negara merdeka masih tunduk pada keinginan penjajahnya. Konsekuensinya adalah sejak 1959 hingga 2006 warga negara tetap digolong-golongkan, sehingga praktik diskriminasi terhadap golongan yang sengaja dilemahkan yakni suku Tionghoa telah mengakar demikian kuat. Inpres No. 14/1967 oleh Rezim Suharto yang melarang segala hal berbau Tionghoa adalah puncaknya.

Butuh kemauan, kerja keras, dan perjuangan bersama untuk menghapuskannya karena meskipun sekarang telah ada UU Kewarganegaraan yang baru dan UU Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis namun pada tingkat pelaksanaan masih banyak kendala. Dibutuhkan partisipasi aktif semua pihak untuk menuntaskan salah satu masalah bangsa ini.

Suku yang mengenal 12 Shio ini, selama tiga generasi merasakan pahit dan sakitnya didiskriminasi dan dipinggirkan dari arena kehidupan berbangsa dan bernegara. Secara sistematis mereka dilokalisir di bidang bisnis dan perdagangan, sehingga secara pelan namun pasti suku Tionghoa di Indonesia kehilangan tulang punggung sosial politiknya. Sehingga orang-orang Tionghoa dari zaman Belanda hingga Republik Indonesia, tetap berada dalam “jangkauan meriam penguasa”, sehingga setiap saat dengan mudah dikorbankan pada saat keadaan tidak lagi menguntungkan penguasa. Tanpa tulang punggung sosial politik, Shio untuk orang Tionghoa yang seharusnya berjumlah 12 tereduksi menjadi 5 Shio yaitu “Kelinci Percobaan” bagi kerumitan birokrasi, “Kambing Hitam” bila terjadi krisis, “Sapi Perah” di masa aman, “Kuda Tunggangan” menjelang pemilu, dan “Ayam Potong” kalau keadaan sudah genting.

Sementara Pramudya Ananta Toer menyatakan bahwa keseluruhan tindakan dan kebijakan rasialis di Indonesia berakar dari pemalsuan terhadap bentuk dan isi peristiwa-peristiwa sosial oleh oknum-oknum tertentu, dengan tujuan agar Hoakiau lenyap dari Indonesia, tidak menjadi penduduk di negeri mana pun, atau minimal menjadi tempat menyeka kaki.

Tapi reformasi telah membuat Ibu Pertiwi kembali tersenyum. Suku Tionghoa dapat tampil kembali di arena publik, terutama sejak Gus Dur Deklarator PKB dengan tegas menghapus berbagai pembatasan terhadap suku Tionghoa, termasuk mencabut Inpres No 14/1967 sehingga masyarakat Tionghoa tidak lagi dilarang untuk mengeskpresikan secara publik berbagai kebudayaan dan tradisi mereka, khususnya dalam merayakan Imlek.

Kondisi ini harus dimaknai sebagai momentum untuk meregenerasi tulang punggung sosial politik pribumi Tionghoa, sehingga sebagai anak bangsa mampu berdiri tegak sebagai “Naga-Naga pribumi” yang sama setara dengan warga pribumi Jawa, Batak, Sunda, Papua, dan anak bangsa lainnya. Semoga Tahun Baru Imlek 2560 membawa harapan baru untuk perbaikan yang nyata. Kaum Tionghoa sebagai warga pribumi sah juga memiliki nilai-nilai yang bisa disumbangkan untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa.

Pemilu 2009 adalah pintu masuk terpenting bagi pribumi Tionghoa dalam meregenerasi tulang punggung sosial politiknya sehingga antusias dan keterlibatan aktif untuk memilih wakil rakyat mereka jangan disia-siakan. Setiap pribumi Tionghoa harus menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya karena masa-masa diskriminasi telah berakhir sehingga naga-naga pribumi bersama anak bangsa yang lain bisa bersama-sama memberi kontribusi terbaiknya untuk kesejahteraan rakyat dan bangsa Indonesia.

Sumber: www.kabarindonesia.com

(Catatan Author: Bertepatan dengan momentum Imlek, sengaja saya muat tulisan ini sebagai refleksi. Artikel ini ditulis oleh Daniel Johan, Wakil SekJend DPP PKB. Saya pernah posting tentang beliau, silahkan klik disini)

Read More......
AddThis Social Bookmark Button

Link to this post Email this post


What? Me? A Racist? - Comic Book  

04 Januari 2009

Satu lagi komik yang menurut saya bagus. Judulnya What? Me? A Racist? (1998).



Komik ini dibuat oleh komunitas di Eropa untuk mendukung gerakan yang waktu itu sedang digalakkan oleh Uni Eropa (European Union). Uni Eropa memutuskan untuk memerangi diskriminasi gender, ras, etnis, agama & keyakinan, cacat tubuh, usia, dan orientasi sex. Komik ini didisain agar dapat digunakan oleh para guru dalam menjelaskan isu rasisme pada kaum muda di Eropa.

Klik disini untuk download lewat Rapidshare (20MB). Atau kamu-kamu bisa klik di Book List saya di sidebar sebelah kiri.

Catatan penting:
Sebagai informasi bagi kamu-kamu yang belum pernah baca e-book, e-book di atas dibuat dalam format .cbr dimana untuk membacanya harus menggunakan software CDisplay. klik disini untuk download CDisplay gratis tis tis!

Read More......
AddThis Social Bookmark Button

Link to this post Email this post


9-11 Comic Book 2002  


Saya baru saja dapat e-book ini, comic book tepatnya, tentang peristiwa 9-11. Kelihatannya menarik, kalau kamu-kamu ingin download bisa klik link di Book List saya. Tapi cukup besar lho, 107 MB! dan dari Rapidshare, kalo minat silahkan.

Read More......
AddThis Social Bookmark Button

Link to this post Email this post


Paijo - Jokes For Fun  

03 Januari 2009

Selesai urusan di luar negeri, Paijo kembali ke tanah Air. Di dalam pesawat, kebetulan Paijo duduk bersebelahan dengan cewek asal Indonesia. "Kebetulan nih, ada temen ngobrol yang ngerti bahasa gue," kata Paijo dalam hati. Tapi selama perjalanan, cewek itu selalu membaca buku. Paijo pun membuka percakapan.

Paijo: "Kok baca buku terus Mbak? Mau ujian ya?"
Cewek: "Bukan Mas. Lagi penelitian."
Paijo: "Kalo boleh tau, penelitiannya tentang apa Mbak?"
Cewek: "Tentang bentuk alat vital para penduduk berbagai suku di Indonesia."

Paijo: "Wah hebat! Gimana tuh hasil penelitiannya?"
Cewek: "Menurut pengamatan sementara, bentuk alat vital orang Bali adalah yang paling bagus bentuknya."
Paijo: "Kenapa begitu?"
Cewek: "Yaaa... karena orang Bali kan pintar ukir-ukiran."
("Hmmm... masuk akal juga," kata Paijo dalam hati).
Paijo: "Kalo yang paling besar?"
Cewek: "Yang paling besar itu alat vitalnya orang Batak."
(Waaahh... Paijo makin antusias).
Paijo: "Trus, kalo yang paling panjang suku apa?"
Cewek: "Suku Sunda... soalnya mereka kebiasaan pake sarung."

Paijo: "Ooh gitu,,, Eh iya, ngomong-ngomong kita belum kenalan ya?"
Cewek: "O iya. Nama saya Rini. Mas namanya sapa?"
Paijo: "Nama saya... ANAK AGUNG CECEP SITUMORANG...!"

Read More......
AddThis Social Bookmark Button

Link to this post Email this post


Mengobati Sakit Kepala - Jokes For Fun  

01 Januari 2009

Seorang pria datang ke dokter untuk mengobati sakit kepalanya yang sangat hebat. Setelah diperiksa, dokter kemudian memutuskan untuk mengamputasi kedua buah zakarnya karena "aksesori" tersebut menekan urat saraf yang mengakibatkan sakit kepala tadi. Walau keberatan, akhirnya ia merelakan "aksesori"nya diamputasi. Setelah operasi, ia merasa sangat sehat tapi agak depresi karena kehilangan lambang kejantanannya. Maka untuk menaikkan moral dan citra dirinya, ia pergi ke toko khusus pria yang terkenal mahal.



Seorang pelayan datang menghampirinya. " Anda pasti sedang mencari setelan dari perancang terkenal," sapa si pelayan. Si pria tadi kaget dan mengiyakannya.

"Anda kelihatannya mamakai ukuran celana 32-29, jas ukuran 40 dan baju ukuran 16," lanjut si pelayan.

Pria itu sangat kagum karena si pelayan bisa tahu dengan tepat ukurannya. Pelayan menjawab, itu sudah jadi pekerjaannya. Ketika si pria tadi mencoba setelan yang diberikan si pelayan, semuanya cocok dengan ukuran tubuh bahkan seleranya.

"Sekarang tinggal celana dalam, coba pilihkan untuk saya," kata si pria.

"Bapak pasti pakai nomor 32 model boxer kan?" jawab si pelayan.

"Kali ini kamu salah! Selama ini saya selalu memakai celana dalam nomor 28 model brief," katanya.

"Tapi pak," lanjut si pelayan, "Kalau saya jadi bapak saya tidak melakukan itu. Kalau bapak memakai celana dalam seperti itu, bapak pasti akan merasa sakit kepala yang sangat hebat!"

"?????" Si pria bengong ill-feel.

Wakakakakak.


Read More......
AddThis Social Bookmark Button

Link to this post Email this post


31 Desember 2008


HAPPY NEW YEAR ALL
WISH THE FOLLOWING YEAR
WILL BE GREAT AND BETTER

Read More......
AddThis Social Bookmark Button

Link to this post Email this post


Online Security Tips  

29 Desember 2008


Guys, beberapa hari yang lalu saya dapat email dari Citibank mengenai tips untuk mewaspadai dan menghindari penipuan atau penyalahgunaan di internet. Bagi pengguna Kartu Kredit Citibank mungkin juga mendapatkan email ini. Menurut saya ini penting karenanya saya ingin membagi informasi itu pada kamu-kamu semua. Emailnya dalam bentuk gambar jadi saya salin aja isinya disini.


Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini, kami ingin menginformasikan berbagai bentuk penyalahgunaan yang dapat terjadi pada rekening perbankan atau Kartu Kredit Citi anda melalui email ataupun situs internet.

Salah satu bentuknya adalah phising-email. Apakah phising-email itu? "Phising" berasal dari kata "fishing" yang berarti memancing. Para pelaku (phisers) berusaha memancing untuk memperoleh (mencuri) data-data pribadi orang lain (sebagai korbannya) melalui media email dan situs-situs internet tertentu sebagai umpannya. Data-data pribadi ini selanjutnya akan disalahgunakan oleh pelaku tanpa Anda sadari. Data-data pribadi Anda yang biasanya berusaha untuk dicuri adalah data rekening bank, kartu kredit, ataupun kartu debit Anda.

Ciri-ciri phising-email
  • Dikirim ke banyak orang sekaligus, dimana nama Anda tidak akan tercantum secara spesifik.
  • Biasanya email tersebut akan meminta Anda untuk memperbarui informasi pribadi Anda atau memberikan peringatan seperti: rekening Anda akan ditutup karena alasan tertentu.
Klik disini untuk contoh email penipuan.

Bagaimana menghindari phising-email
  • Waspadalah jika menerima email yang meminta informasi pribadi Anda seperti nomor rekening; nomor kartu kredit; nomor kartu debit; PIN; password; dan sebagainya.
  • Sebaiknya tidak melakukan transaksi online perbankan di tempat yang menyediakan layanan internet untuk publik (seperti warnet atau pc kantor yang dipakai bersama-sama).
  • Jika menerima email untuk mengunjungi suatu situs internet "bank tertentu" dan meminta Anda untuk memasukkan informasi pribadi anda seperti nomor rekening; nomor kartu kredit; nomor kartu debit; PIN; password; pada situs tersebut, pastikan bahwa situs tersebut adalah resmi dan aman. (untuk Citibank misalnya situs resminya adalah: www.citibank.co.id - Author)
Bagi kamu-kamu pengguna Kartu Kredit Citibank, harap diperhatikan bahwa Citibank tidak pernah menanyakan informasi pribadi kamu lewat email!

Semoga informasi dan tips ini bisa bermanfaat buat kamu-kamu semua. Peace!


Read More......
AddThis Social Bookmark Button

Link to this post Email this post


 

Copyright © 2008 Agus Tjandra. All Rights Reserved. Design by Amanda @ Blogger Buster